Fenomena Langka ! Merkurius Lintasi Matahari


muh-info - Pada hari ini, Senin 9 Mei 2016, selama tujuh jam planet merkurius mengorbit dan transit melewati matahari. Fenomena ini tergolong langka karena sebelumnya terjadi pada 8 November 2006.

Peristiwa ini akan sangat jelas apabila dilihat dari Amerika, Eropa Barat, beberapa wilayah Afrika serta sebagian wilayah Asia. Di Indonesia sendiri, masyarakat bisa melihat titik kecil berwarna hitam melewati matahari pada pukul 11:12 – 18:42 WIB. Untuk dapat melihatnya, bisa menggunakan filter yang sama seperti yang digunakan untuk menonton gerhana matahari total beberapa bulan lalu, bisa menggunakan teleskop atau teropong yang dilengkapi dengan filter matahari, Dan cara paling mudah adalah anda menonton secara langsung di situs NASA atau streaming di Badan Antariksa Eropa.

Merkurius memiliki periode orbit selama 88 hari, sehingga merkurius adalah planet pengorbit tercepat di tata surya. Peristiwa ini mirip dengan peristiwa gerhana matahari yang tertutup oleh bulan sehingga sebagian atau seluruh cahaya matahari terhalang. Gerhana matahari oleh bulan terjadi karena matahari bulan dan bumi mengalami kesejajaran dengan bulan berada di antara matahari dan bumi.

Peristiwa serupa juga terjadi saat transit merkurius. Di mana matahari merkurius dan bumi sejajar dengan merkurius berada di antara bumi dan matahari. Karena ukuran merkurius sedikit lebih besar daripada bulan, namun jaraknya yang jauh dari bumi menyebabkan kita hanya akan melihat merkurius seperti noktah kecil yang melintasi matahari selama kurag lebih 7,5 jam.

Transit Merkurius sebelum ini terjadi pada 8 November 2006 dan transit berikutnya akan terjadi 11 November 2019. Meskipun Merkurius mengorbit Matahari setiap 88 hari, Tetapi tidak setiap saat kita bisa melihat transit merkurius. Ada saatnya Merkurius berada di atas atau di bawah bidang orbit Bumi. Transit ini hanya terjadi saat Merkurius berada di titik simpul atau perpotongan antara orbit Bumi dan orbit Merkurius atau ketika Merkurius berada sejajar dengan Bumi dan Matahari.

Transit Merkurius terjadi pada kisaran tanggal 8 Mei dan 10 November saat planet tersebut melintasi titik simpul perpotongan bidang ekliptika dan orbitnya di setiap tahunnya.Jika Merkurius berada pada titik simpul dan sejajar dengan bumi, maka terjadilah transit. Kita pun bisa memprediksi kapan transit Merkurius terjadi. Transit di bulan Mei hanya terjadi setiap 13 atau 33 tahun sekali. Sedangkan transit Merkurius di bulan November bisa terjadi 7, 13 atau 33 tahun sekali.

Pada saat transit Merkurius terjadi di bulan Mei, planet terdekat dengan Matahari ini sedang berada di titik aphelion atau titik terjauhnya dari Matahari. Pada saat itu, piringan planet Merkurius akan memiliki diameter sudut 12 detik busur. Transit di bulan Mei ini terjadi saat Merkurius sedang berada di titik turun atau bergerak dari utara ke selatan di orbitnya.

Sedangkan pada transit pada bulan November, Merkurius sedang berada di perihelion, atau titik terdekat dengan Matahari dan menanjak dari selatan ke utara. Pada saat transit bulan November, diameter sudut piringan merkurius akan tampak sedikit lebih kecil disbanding transit bulan Mei yakni 10 detik busur. Frekuensi terjadinya transit di bulan Mei hanya setengah dari transit di bulan November.
Baca Juga Karena Punya Utang Tak Selalu Berdampak Buruk
Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
Renaldi
admin
May 16, 2016 at 8:20 PM ×

Yahh udah lewat dong :3 padahal pngen melihat fenomenanya :3

Majukan Peternakan Indonesia Bersama ilmuhewan.com, http://renseo.blogspot.com/2016/05/Ayoo-Majukan-Peternakan-Indonesia-Bersama-ilmuhewan.com.html

Congrats bro Renaldi you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar
Thanks for your comment